Blowing In The Wind Pink And Green Flower;
Showing posts with label The Wedding Day. Show all posts
Showing posts with label The Wedding Day. Show all posts

Friday, April 15, 2011

Resepsi Adat Jawa

Acara resepsi diadakan pukul 11.00, tapi karena ada acara adat maka acara adat dimajukan pukul 10.30.. Acara pernikahan adat Jawa disebut upacara Panggih. Usai acara akad nikah dilakukan upacara Panggih, di mana kembang mayang dibawa keluar rumah dan diletakkan di persimpangan dekat rumah yang tujuannya untuk mengusir roh jahat. (berhubung ga dirumah ga ada kembar mayang hehe). Setelah itu pengantin perempuan yang bertemu pengantin laki-laki akan melanjutkan upacara dengan melakukan :

Balangan suruh

Melempar daun sirih yang melambangkan cinta kasih dan kesetiaan. Upacara balangan suruh dilakukan oleh kedua pengantin secara bergantian. Gantal yang dibawa untuk dilemparkan ke pengantin putra oleh pengantin putri disebut gondhang kasih, sedang gantal yang dipegang pengantin laki-laki disebut gondhang tutur. Makna dari balangan suruh adalah berupa harapan semoga segala goda akan hilang dan menjauh akibat dari dilemparkannya gantal tersebut. Gantal dibuat dari daun sirih yang ditekuk membentuk bulatan (istilah Jawa: dilinting) yang kemudian diikat dengan benang putih/lawe. Daun sirih merupakan perlambang bahwa kedua penganten diharapkan bersatu dalam cipta, karsa, dan karya.

Ngidak endhok

Upacara ngidak endhog diawali oleh juru paes, yaitu orang yang bertugas untuk merias pengantin dan mengenakan pakaian pengantin, dengan mengambil telur dari dalam bokor, kemudian pengantin pria diminta untuk menginjak telur tersebut. Ngidak endhog mempunyai makna secara seksual, bahwa kedua pengantin sudah pecah pamornya.

Wiji dadi

Upacara ini dilakukan setelah acara ngidak endhok. Setelah acara ngidak endhog, pengantin wanita segera membasuh kaki pengantin pria menggunakan air yang telah diberi bunga setaman. Mencuci kaki ini melambangkan suatu harapan bahwa "benih" yang akan diturunkan jauh dari mara bahaya dan menjadi keturunan yang baik. Proses ini melambangkan seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Sinduran

Berjalan perlahan-lahan dengan menyampirkan kain sindur sebagai tanda bahwa kedua mempelai sudah diterima sebagai keluarga.

Timbang

Kedua mempelai duduk di pangkuan bapak mempelai perempuan sebagai tanda kasih sayang orangtua terhadap anak dan menantu sama besarnya. Upacara timbangan biasanya dilakukan sebelum kedua pengantin duduk di pelaminan. Upacara timbangan ini dilakukan dengan jalan sebagai berikut: ayah pengantin putri duduk di antara kedua pengantin. Pengantin laki-laki duduk di atas kaki kanan ayah pengantin wanita, sedangkan pengantin wanita duduk di kaki sebelah kiri. Kedua tangan ayah dirangkulkan di pundak kedua pengantin. Lalu ayah mengatakan bahwa keduanya seimbang, sama berat dalam arti konotatif. Makna upacara timbangan adalah berupa harapan bahwa antara kedua pengantin dapat selalu saling seimbang dalam rasa, cipta, dan karsa.

Kacar-kucur

Kacar-kucur yang dituangkan ke pangkuan perempuan sebagai simbol pemberian nafkah. Caranya pengantin pria menuangkan raja kaya dari kantong kain, sedangkan pengantin wanitanya menerimanya dengan kain sindur yang diletakkan di pangkuannya. Kantong kain berisi duit recehan dan beras kuning. Makna dari kacar kucur adalah menandakan bahwa pengantin pria akan bertanggungjawab mencari nafkah untuk keluarganya. Raja kaya yang dituangkan tersebut tidak boleh ada yang jatuh sedikitpun, maknanya agar pengantin wanita diharapkan mempunyai sifat gemi, nastiti, surtini, dan hati-hati dalam mengatur rejeki yang telah diberikan oleh suaminya.

Dahar Klimah / dulangan

Saling menyuapi satu sama lain yang melambangkan kedua mempelai akan hidup bersama dalam susah maupun senang. Dulangan merupakan suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin saling menyuapkan makanan dan minuman. Makna dulangan adalah sebagai simbol seksual, saling memberi dan menerima.

Mertui

Orangtua mempelai perempuan menjemput orangtua mempelai laki-laki di depan rumah untuk berjalan bersama menuju tempat upacara.

Sungkeman

Kedua mempelai memohon restu dari kedua orangtua.

Kirab
Upacara kirab berupa arak-arakan yang terdiri dari domas, cucuk lampah, dan keluarga dekat untu menjemput atau mengiringi pengantin yang akan keluar dari tempat panggih ataupun akan memasuki tempat panggih. Kirab merupakan suatu simbol penghormatan kepada kedua pengantin yang dianggap sebagai raja sehari yang diharapkan kelak dapat memimpin dan membina keluarga dengan baik.

Seluruh prosesi upacara adat Jawa ini ditangani oleh Wedding Organizer Sanggar Saraswati.

Vendor: Wedding Organizer Sanggar Saraswati

Rating: 8

Sumber:

http://www.enformasi.com/2009/01/perkawinan-adat-jawa.html

http://www.indonesiabrides.com/articles/8209/1/Pernikahan-Adat-Jawa/Page1.html

Tuesday, April 12, 2011

Akad Nikah Adat Sunda

Acara akad nikah kami dilaksanakan pagi hari jam 7 pagi (karena dapet jadwal pak penghulu yang nomer pertama untuk dinikahkan, selain itu jam 8 pagi dan seterusnya, pak penghulu sudah full booked… ckckckckck). Alhasil persiapan calon pengantin dilaksanakan sejak pukul 5 pagi setelah sholat subuh (hoaaaahmmm)…

Acara pertama adalah acara penyambutan CPP oleh keluarga CPW dan seserahan (CPW masih diumpetin niy, baru boleh diketemukan pas menjelang ijab Kabul nanti, duh deg-degan, penasaraaaan, kaya apa siy suamiku lagi jadi penganten? Hihihihi….)

Selanjutnya acara ijab kabul. Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernikahan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini ayah pengantin perempuan menikahkan anaknya kepada pengantin pria dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh pak penghulu dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan syah menurut syariat agama.

Setelah resmi jadi suami-istri (hmmm, unbelievable, aku sudah jadi “Mrs”), acara dilanjutkan dengan rangkaian upacara adat Sunda (dimana suamiku berdarah Sunda). Namun acara adat Sunda-nya dipersingkat karena waktu yang sangat mepet dengan resepsi yang nantinya adat Jawa… Jadi acara adat Sundanya kurang lengkap dehh… tapi acara yang “penting-penting” harus tetap ada hehe….

Lalu selanjutnya acara sungkeman yang dilakukan setelah "acara akad nikah" dilakukan oleh kedua mempelai kepada kedua orang tuanya masing-masing dengan tujuan mohon do'a restu atas akan memulainya kehidupan "bahtera rumah tangga".

  • Acara adat saweran yaitu, dua penganten diberi lantunan wejangan yang isinya menyangkut bagaimana hidup yang baik dan kewajiban masing-masing dalam rumah tangga. Setelah diberi lantunan wejangan, kemudian di "sawer" dengan uang logam, beras kuning, dan permen aneka rasa oleh kedua orang tuanya.

  • Nincak endog yaitu memecahkan telor oleh kaki pengantin priya dengan maksud, bahwa "pada malam" pertamanya itu, ia bersama isterinya akan "memecahkan" yang pertama kali dalam hubungan suami isteri.

  • membakar ujung batang lidi (masing-masing panjangnnya 20 cm) dan setelah dibakar, dimasukan ke air yang terdapat dalam sebuah kendi. Setelah padam kemudian di potong bagi dua dan lalu dibuang jauh-jauh. Sedangkan kendinya dipecahkan oleh kedua mempelai secara bersama-sama.

  • Acara terakhir adat Sunda , yaitu, "Huap Lingklung dan huap deudeuh ("kasih sayang). Artinya, kedua pengantin disuapi oleh kedua orang tuanya masing-masing sebagai tanda kasih sayang orang tua yang terakhir kali. Kemudian masing-masing mempelai saling "menyuapi" sebagai tanda kasih sayang. Acara haup lingkun diakhiri dengan saling menarik "bakakak" (ayam seutuhnya yang telah dibakar). yang mendapatkan bagian terbanyak "konon akan" mendapatkan rezeki banyak.

menurutku ini agak sulit karena harus suap-suapan dari belakang...
Tarik teruuusss.... hayoo siapa yang dapat banyaaak???

Okay acara adat Sunda berakhir, waktunya siap-siap buat acara adat Jawa dan resepsi…….

Seluruh acara adat Sunda (berserta kostum dan riasan) ditangani oleh Wedding Organizer Sanggar Saraswati.

Vendor: Wedding Organizer Sanggar Saraswati

Rating: 8