Blowing In The Wind Pink And Green Flower;
Showing posts with label Wedding Preparation. Show all posts
Showing posts with label Wedding Preparation. Show all posts

Thursday, April 21, 2011

Janur Tag

Untuk pernikahan yang extra-ordinary, pastinya ingin segala sesuatu yag beda dari yang lain dooong… termasuk di name tag yang di gantungkan pada janur. Gunanya name tag ini sebagai penunjuk jalan dan lokasi acara diadakan.

Name tag, mungkin hal yang sepele atau disepelekan, tapi menurutku ini salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Banyak kasus salah masuk kondangan karena ketidak jelasan peta, alamat di undangan, atau juga dari…name tag yang terpasang di janur kuning yang melengkung di pintu masuk gedung.

Kasus pertama, biasanya orang-orang hanya mencantukan nama pengantin di name tag yang terpasang di janur. Alhasil teman-teman ayah atau ibu pengantin harus menghafalakan nama sang mempelai atau bertanya kepada satpam yang bertugas, “Apa benar ini hajatannya si pak A?”, dan lalu satpamnya menjawab “ini hajatan pernikahan si B & C, paaak”, “Iya, si B anaknya pak A kan?”, “Wah saya kurang tau paaak…”. Menghindari kerancuan itu ada baiknya nama orang tua ikut ditulis dalam name tag juga…

Kasus kedua pada tempat acara, bisa dibayangkan betapa banyak nama yang sama di Indonesia, ada berapa banyak nama Dita? Dan berapa banyak nama Teddy? Dan mungkin saja di gedung sebelah atau gang sebelah yang menikah memiliki nama yang sama dengan nama panggilan kami. Mungkin saja di gedung sebelah pada jam yang sama sedang bersanding juga mempelai bernama Dita dan Rio (contoh nama aja lohh…), jadi mungkin juga banyak teman-temanu yang belum kenal suamiku salah masuk gedung, atau mungkin juga di gang sebelah pada jam yang sama juga, Teddy dan Vera (contoh nama jugaaa…) sedang menikah juga, jadi teman-teman suamiku salah masuk rumah… Untuk itu kurasa tempat acara berlangsung sebaiknya juga ditulis dalam name tag...

Kasus ketiga bisa juga terjadi, undangan jam 11.00 WIB, tamu undangan datang jam 19.00 WIB (karena biasanya si pak A ini kalau ngadain hajatan sukanya malam-malam, anak yang sebelumnya menikah juga acaranya malam hari…), atau salah baca undangan… (si pak A menikahkan anaknya besok malam, si pak B menikahkan anaknya besok siang, ehh terbalik yah?! Haduh jadi yang siang acaranya siapa yah?). Untuk menghindari kasus seperti ini ada baiknya waktu dan tanggal tertulis dengan jelas di cover depan undangan dan juga di name tag yang terpampang di janur. Nah jika informasi singkat di name tag yang terpasang di janur sudah lengkap dan jelas…para tamu tidak perlu lagi takut salah masuk kondangan….

Hmm, supaya lebih sesuai tema, aku nggak lupa menambahkan ornament kupu-kupu pada name-tagnya, dan supaya tahan air name-tag juga dilaminating dahulu sebelum dipasangkan pada janur. ^^

Tuesday, April 19, 2011

Love Story

Ga cuma film atau lagu yang boleh punya judul “love story”, tapi siapapun bisaaa (termasuk aku dan suamiku)…. Judul boleh universal “Love Story” tapi isi cerita cintanya jelas beda-beda dooong…..

Kisah cintaku diawali dari sekedar SMS, SMS yang sudah aku cuekin selama 2 hari, dan akhirnya si pengirim SMS itu mengaku kalau dia adalah saudara temanku… Well yaaa dari SMS-SMS manis itu aku mulai mengenalnya dan hmm merasakan kenyamanan dengannya (Owwww….), setelah beberapa lama SMS-an, kami memutuskan untuk ketemuan (hmm, but it wasn’t so easy to meet up with me^^)… Dan setelah pertemuan itu ternyata perasaan berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi (hihiiiy…), namun karena aku harus menjalani pendidikan sebagai dokter muda selama 2 tahun di Garut, hmm… jadilah kami terpisahkan oleh jarak, tapi itu semua gak masalah, bisa dilalui dengan lancaaar, modalnya cuma sabar dan pengertian. ^^

Menjadi seorang dokter bukan hal yang mudah (maksudku dokter yang punya hati dan empati), kadang harus ekstra sabar menghadapi segala cobaan dan rumah sakit tempat aku menuntut ilmu adalah lahannya… Yah dokter adalah seorang manusia yang terkadang dianggap sebagai manusia setengah dewa dan setengah penjahat ketika melakukan sedikit kesalahan pada pasien. Pada awalnya aku tidak siap menghadapi semua tantangan itu. Jauh dari rumah, jauh dari mama, jauh dari teman-teman, jauh dari kehidupan kota besar… lelah! Baik fisik maupun psikis! mungkin karena situasi dan kondisi yang sangat memerlukan dukungan, dan kebetulan dia selalu menyemangatiku dikala aku merasa lelah dengan tugas dan karakter pasien yang beraneka ragam. Dari situlah aku menyadari aku bukan independent woman seperti yang sebelumnya, aku hanyalah seorang gadis lemah yang memerlukan dukungan ekstra. Dia selalu ada untukku walaupun dia jauh dariku… Maka itu kota kecil di Jawa Barat yang bernama Garut itu punya sejuta kenangan indah bagi kami. Tak hanya ladangku untuk menuntut ilmu tetapi juga kisah cintaku bersamanya hingga aku menyelesaikan pendidikanku sebagai seorang dokter…

Well, di album “love-story”ku ini, menceritakan short story kisah cinta kami dari awal kami berkenalan hingga memutuskan untuk menikah. Bukan foto pre-wedding yang dirangkai menjadi sebuah kisah cinta, melainkan foto-foto semasa kami dulu bersama hehehe… Ada foto iseng-iseng di dalam bus AKAP Garut-Jakarta, fotobox di suatu pusat perbelanjaan, foto-foto dikala sedang jalan-jalan, benar-benar koleksi foto yang lama-lama. Buat yang ingin mengirit budget foto pre-wedding seperti aku, mungkin cara ini bisa dipakai, coba cari foto-foto lama berdua dan dairy cinta yang lama, rangkai foto-fotonya, dan buat cerita cinta dari dairy cinta, jadi dehh…. Murah meriah dan mempunyai nilai “historikal dalam kisah cinta” yang tinggi… Semoga menginspirasi… ^^

Here is the link:

http://www.scribd.com/doc/53089466?secret_password=2cgxi5zr07gqieiottff

Saturday, April 16, 2011

Simple Wedding Invitation

Menjelang wedding day, mungkin banyak yang terlewat, ada beberapa teman yang lupa diundang padahal waktu sudah sangat dekat, undangan sudah habis, atau teman yang berada di luar kota atau di luar negeri (mahal juga yah kalo ngirim undangan ke luar negeri…). Untuk mengatasi itu semua gunakan media jejaring social seperti facebook atau e-mail (“triiing” dalam hitungan menit, undangan sudah sampai di tangan yang bersangkutan). Untuk pesta pernikahan yang private dan hanya mengundang tamu yang terbatas, menggunakan fasilitas event di facebook bukan ide yang okey (karena event di fb bisa di re-invite sama teman kita, daaan tamu-tamu pun bisa membludak, bahkan yang tidak dikenal maupun tidak diundang mendadak menjadi sok akrab dan nongol di acara wedding kita), untuk tetap menggunakan jejaring sosial demi menghemat waktu dan tenaga ada beberapa cara:

  1. Bikin undangan dalam bentuk format jpg (bisa foto atau bisa juga memang bikin undangan baru) dan tag teman2 yang ingin diundang. (kalau bisa tag sampai full jadi nggak ada orang yang bisa mentagging undangan kita lagi)
  2. Kirim lewat message dan attach undangan di message FB (tetapi untuk pengguna BB biasanya sulit membuka attachment)
  3. Kirim lewat e-mail (tetapi jarang juga orang membuka e-mail, lebih sering buka FB ketimbang e-mail kan??)
  4. Atau bisa juga bikin link, dan share private link hanya ke teman-teman tertentu saja…
  5. Lebih keren lagi kalau bikin e-invitation atau website khusus undangan pernikahan kita (tapi ini khusus orang IT juga yang bikin, berhubung aku bukan orang IT aku nggak secanggih ini dalam bikin undangan e-invitation, tapi kalau punya budget lebih boleh laaah sewa web designer untuk membuatkan web e-invitation wedding kita…)

Biasanya banyak yang meng-upload foto undangan fisik dan langsung tag ke teman-teman terdekatnya, dari tagging ini juga bisa ketahuan siapa saja yang diundang. Menurutku ini ide yang bagus juga, tetapi terkadang foto undangan kurang jelas dan biasanya nama pengantin dan acara resepsi ada pada kertas yang berbeda jadi 2x upload dehh… atau kalau mau 1x upload, tulisannya jadi kecil-kecil nggak jelas. Kemudian ada juga yang mengirimkan undangan via fb message yang sifatnya lebih personal. Terinspirasi dari 2 cara tersebut, maka aku mencoba membuat undangan pernikahan yang simple khusus untuk teman-teman yang sulit dijangkau tersebut dan karena keterbatasan waktu juga… Aku membuat undangan dalam bentuk format jpg (bukan foto) dan undangan dibikin simple dan to the point (di undangan ini hanya ada waktu dan tempat acara resepsi berlangsung), undangan juga dibikin dalam 2 versi bahasa yaitu Indonesia dan Inggris (khusus buat teman-teman dari negara asing).

Buat teman-teman para calon pengantin yang ingin tau kata-katanya silahkan diunduh yahh… Semoga dapat membantu…..

Here it is, my simple wedding invitation….

Indonesian version:

http://www.scribd.com/doc/53085226?secret_password=12pa50hpz6by53fk1gy4

English version:

http://www.scribd.com/doc/53085522?secret_password=1y1kxsvjnjfdl98t47r

Tuesday, April 12, 2011

Wedding Reception Preparation

Menjelang resepsi, pengantin udah boleh ganti baju dan dirias dalam satu ruangan… horeee….. (untuk kostum, kami sewa di Sanggar Saraswati, model dan warna bisa by request…). Karena waktu yang benar-benar mepet, demi efisiensi waktu, jadi acara ganti baju dan ganti riasan juga diselingi makan pagi lontong cap gomeh hehehe... sambil di dandanin sambil sarapan..nyam..nyamm.... ^^

Pengantin Wanita

Berhubung resepsinya adat Jawa Solo Putri, jadilah pengantin wanita harus di paes… Riasan dahi pada wajah pengantin wanita Solo adalah hal yang paling penting. Riasan di dahi atau biasa disebut paes adalah perlambang kecantikan dan symbol membuang perbuatan buruk. Selain itu, merupakan awal si pengantin menuju kedewasaan. Paes pengantin Solo Putri berwarna hitam dan terdiri dari 4 bentuk cengkorongan yaitu bentuk Gajahan, bentuk Pengapit, Penitis, dan Godeg. Sanggul pengantin Solo Putri disebut sanggul Bangun Tulak. Gosipnya paes memakan waktu hingga 4 jam, tapi canggihnya pemaesku, dia langsung gambar dengan mudahnya di dahiku (ga pake pola lagi), langsung diwarnai dan... voilaa jadi dalam sekejap... padahal waktu di-paes aku sambil di"permak" dari sanggul sunda ke sanggul Jawa..

paes Jawa Solo Putri

Dalam tata rias wajah pengantin Solo, termasuk pula pengantin Solo Putri, biasanya mengikuti putri-putri raja di masa lalu. Kulit yang halus mulus, bersih dan kuning berkat ketekunan dan kerajinan mereka merawat kecantikan mulai dari lulur, mangir, ratus untuk rambut, mandi rempah dan minum jamu (kalo ada budget lebih bolehlah ikutan perawatan Spa-nya Martha Tilaar itu... tapi berhubung waktu dan budget tidak memungkinkan jadilah cuma lulur doang yang rutin aku lakukan tiap bulan menjelang pernikahan). Untuk wajah, menggunakan bedak berwarna kuning. Dalam pembuatan alis dengan pensil alis warna hitam, dibentuk Mangot (lengkungan yang indah). Bagian mata diperindah dengan bayangan mata atau eye shadow. Pada kelopak mata, bagian atas diberikan warna hijau sama-samar, sedangkan kelopak mata bawah diberi warna coklat dan makin ke atas makin tipis warnanya. Garis mata ditebalkan dengan pensil warna hitam dan menggunakan mascara untuk mempertebal, menghitamkan dan memperlentik bulu mata (tapi karena bajuku cokelat riasan mata jadi full chocolate, hehe…). Wajah yang cantik harus terlihat cerah. Karena itu, biasanya pengantin wanita Solo menggunakan pemerah pipi dengan warna merah muda samar-samar dan lipstick berwarna cerah seperti merah.

Untuk sanggul, sanggul ini memiliki ciri khas atau bentuk mirip kupu-kupu sehingga sering disebut Ngupu. Sanggul Bangun Tulak dahulu digunakan oleh permaisuri atau putri raja. Untuk putri yang sudah menikah, sanggul berhiaskan bunga Bangun Tulak, sedangkan yang belum menikah tidak mengenakan bunga apapun. Tak boleh dilupakan adalah hiasan sanggul agar sanggul terlihat cantik dan indah. Ada beberapa hiasan penting penghias sanggul yaitu Cunduk Mentul, Bros Gelung (simyoki), Tanjungan, Sintingan, Cunduk Jungkat, Centung, Borokan dan Tiba Dada Bawang sebungkul. Cunduk Mentul berjumlah 7 buah (tapi yang aku pakai 9, makanya berasa beraaaat) dan dipasang seperti kipas menghadap ke depan. Bros Gelung atau juga disebut ceplok gelung dipasang di bagian tengah sanggul. Tanjungan berjumlah 6 buah dan dipasang di sebelah kiri dan kanan masing-masing 3 buah. (by request semua hiasan sanggul bernuansa kupu-kupu sesuai tema, hmm inspired by Wulan Guritno’s wedding. Untungnya Sanggar Saraswati mau mencarikan brand new aksesoris sanggul set kupu-kupu dari Solo ^^). Sedangkan Sintingan terdiri dari 2 buah bunga kantil, yang dipasang dengan cara diselip pada rambut di sebelah kiri sanggul tepat di belakang telinga. Cunduk Jungkat berupa hiasan yang dipasang dari arah depan di atas ubun-ubun, sementara Centung dipasangkan pada pangkal pengapit sebelah kiri dan kanan. Borokan berupa 4 atau 5 bunga melati yang ditusuk dengan lidi dan dipasang di sebelah kiri Cunduk Jungkat. Terakhir, Tiba Dada Bawang Sebungkul adalah rangkaian bunga melati yang dipasang di atas sanggul di sebelah kanan teruntai hingga dada sebelah kanan. Sebagai pelengkap adalah subang, kalung, gelang dan cincin.

sanggul tampak samping depan
sanggul tampak belakang

Pengantin Pria

Tata rias wajah dan rambut pengantin pria terinspirasi dari raja keraton Kasunanan Surakarta. Di atas kepala, pengantin pria mengenakan Kuluk Kanigoro (semacam topi) dengan garis-garis berwarna kuning yang disebut Tarak. (tapi berhubung suamiku bertubuh tinggi jadilah dia memakai blangkon, supaya seimbang sama tinggiku dong hehehe….) Perhiasan yang ada di atas Kuluk atau blangkon disebut Nyamat. Pengantin pria juga mengenakan bunga yang disebut Sumping yang terbuat dari bunga melati setengah mekar dan ditusuk dengan lidi. Sumping tersebut dikenakan pengantin pria dengan cara diselipkan pada telinga kiri dan kanan.

*foto bareng perias manten*

Tata rias , kostum, dan aksesoris ditangani oleh Wedding Organizer Sanggar Saraswati. Untuk kostum dan aksesoris sangat memuaskan karena baju resepsi ini dibuat perdana saat kami menikah jadi ukurannya bener-bener pas, aku sendiri juga ikutan memilih disain untuk baju resepsi ini dan aksesoris kupu-kupunya juga brand new perdana dipakai saat pernikahan kami… hmm, tata riasnya juga sangat memuaskaaan soale kata orang-orang pengantinnya manglingi… (hihi narsis… tapi bener loh ini pengakuan para tamu..)

Vendor: Wedding Organizer Sanggar Saraswati

Rating: 9

Sumber:

http://www.weddingku.com/traditional/makeup/1/1/jawa

Wedding Decoration

Dekorasi merupakan nomer 2 terpenting setelah makanan dalam pesta pernikahan. Dekorasi yang cantik, rapi dan sesuai tema tentu saja memanjakan mata para tamu dan tentunya menambah kenyamanan para tamu... Maka itu, dekorasi tidak bisa diremehkan begitu saja... Makanan yang enak, dekorasi yang cantik (cantik nggak harus mewah lohh, sederhana dan rapi sudah terkesan cantik), tempat yang nyaman (tidak terlalu sesak dengan tamu, maka itu sesuaikan kapasitas gedung dengan tamu undangan) tentu akan memberikan kesan tersendiri buat para tamu... ^^

Gedung tempat kami menikah, Graha Kencana BKKBN, Jl. Permata No.1 Halim, Jakarta.

Vendor: BKKBN

Rating: 8

This is it, dekorasi saat acara digedung….

Untuk pelaminan aku memilih nuansa cokelat-gold (sayangnya di foto ini kupu-kupunya belum dipasang diantara bunga-bunga). Desain yang kupilih gebyok semi modern, jadi ditengahnya gebyok, di samping kanan dan kirinya skirting dari kain berwarna cokelat-gold (sebenarnya permintaan awal skirtingnya full cokelat tua, tetapi tiba-tiba nongolnya begitu.. ya sudahlah, untungnya lumayan bagus juga… hehehe…), hiasan fresh flowersnya aku memesan warna tone putih, peach dan pink…

Untuk persiapan prosesi akad nikah yang sudah dipersiapkan di depan pelaminan, meja dan kursi bernuansa off-white – gold…. Kursinya di hias pita Gold biar cantik… ^^

Untuk dekorasi catering, aku juga memesan warna yang sama yaitu… cokelat-gold…. Dengan disain yang minimalis dan bermain skirting… Selain disainnya cantik, makanan-makanan yang disajikan Nendia Primarasa juga enak dinikmati, para tamu puas dengan sajian dari Nendia Primarasa.

buffet 1 & snack corner (yang diujung ada lampu-lampunya itu..)
buffet 2
gubukan

Dan favorite-ku adalah… mini gallery…

Mini gallery sengaja dibuat untuk menggantikan foto pre-wedding yang ukurannya jumbo-jumbo ituuu… Foto Pre-wedding yang dipasang di gedung hanya 2 buah yang masing-masing berukuran 60x70cm (yang satu temanya formal dan yang satu temanya casual). Sisa foto Pre-wedding ditampilkan di slide show (pengen siy nunjukin slidesnya tapi sampai skarang aku blom ketemu cara bikin link untuk Power Point, ada yang bisa bantu kasih tau caranya???). Dan sebagian lagi di mini gallery. Di mini gallery ini gak Cuma foto pre-wedding yang dipampang tapi termasuk juga foto hasil jeprat jepret waktu cobain studio foto di Garut, hehehe…

frames-nya bertema minimalis ^^

Dekorasi, catering dan dokumentasi di gedung ditangani oleh Nendia Primarasa Catering & Wedding Organizer

Vendor: Nendia Primarasa Catering & Wedding Organizer

Rating: 7

Tips memilih dekorasi:

  1. Lihat catalog yang tersedia pada jasa dekor dan rajin browsing untuk mewujudkan dekorasi yang kita inginkan.
  2. Jelaskan dengan detail keinginan kita dalam dekorasi tersebut (kalau perlu bikin rincian detailnya, karena sudah jelasin sampai detail saja pad ahari H masih banyak dekorasi yang missed).
  3. Pantaulah para pekerja saat pemasangan dekorasi.
  4. Cek dekorasi sebelum acara dimulai (mungkin calom pengantin nggak bakalan sempat untuk cek dekor, mintalah bantuan panitia pernikahan untuk men-cek seluruh dekor, dan jangan lupa jelaskan secara detail dekor yang sudah kita susun).
  5. Jangan ragu untuk protes jika ada dekorasi yang masih bisa ditambah atau dikurangi atau dirubah sedikit sebelum acara dimulai (Tapi kalau waktu sudah mepet dengan acara yah jangan diungkit-ungkit lagi masalah dekor, biar bagaimanapun performa pengantin jauh lebih mempercantik pesta ketimbang dekorasi).
  6. Jika merasa sedikit atau banyak kecewa dengan dekorasi, tetaplah berusaha tersenyum, setidaknya senyuman bahagia dari pengantin sudah membantu menutupi dekorasi yang kurang koq hehehe…

Wedding Songs

Menurutku wedding songs sebaiknya disesuaikan dengan tema wedding dan disesuaikan juga dengan kisah cinta pasangan tersebut… Tapi yaaah bebas-bebas aja koq menentukan wedding songs, seperti lagu favorit zaman pacaran atau lagu-lagu yang liriknya mengena waktu mengejar cinta sang kekasih (aiiihhh… daleeem), atau kalau mau praktis lagu-lagu romantis yang sudah biasa dipakai di wedding (lagu wajib-nya wedding).

Wedding songs dari Indonesia juga nggak kalah banyak (wedding songs dari daerah masing2 juga banyak yaaah, mulai dari yang diiringi gamelan sampai organ tunggal)…. Dan menurutku lebih matching sama suasana hati, kata-katanya lebih mengena ajaaa, maka itu kami memilih lagu-lagu weddingsongs kami full lagu Indonesia… Well, inilah wedding songs pilihan kami yang menceritakan kisah cinta kami…

  1. Sempurna – Gita Guttawa
  2. Aku Jatuh Cinta – Roulette
  3. Jatuh Cinta – Dygta
  4. Janji Suci – Yovie & Nuno
  5. Menikahimu – Kahitna
  6. Bukan Cinta Biasa – Afgan
  7. Kisah Romantis – Glenn Fredly
  8. Hanya untukmu – Bunga Citra Lestari
  9. Sedalam Cintamu – Indra Lesmana & Nania
  10. Sejuta Cinta – Yovie & Nuno
  11. Denganmu – Marcell
  12. Negeri di Awan – Katon Bagaskara
  13. Hanya untukmu – Indra Lesmana & Sophia Latjuba
  14. Tetaplah di Hatiku – Bunga Citra Lestari & Christian Bautista
  15. Untukku – Chrisye
  16. Begitulah Cinta – Harvei Malaiholo & Sheila Madjid

Sayangnya lagu-lagu ini tidak semuanya di nyanyikan, gak ngerti gimana teknisnya bisa terjadi seperti ini, karena kami sudah memberikan, playlist, lirik lagu, dan CD berisi lagu-lagu diatas sejak 2 minggu sebelum pernikahan kami… T_T

Untuk wedding internasional, lagu-lagu barat bertema cinta banyak sekaliii tinggal pilih mau yang jazzy, pop, classic, 80’s… Beberapa lagu cinta dari negeri barat yang terkenal buat wedding adalah:

  1. L.O.V.E – Natalie Cole
  2. True Love – Elthon John
  3. Endless Love – Lionel Richie & Diana Ross
  4. I Believe My Heart – Duncan James & Keedie
  5. From This Moments On – Shania Twain
  6. I Finally Found Someone – Bara Streisand & Bryan Adams
  7. I Will Always Love You – Whitney Houston
  8. I Do (Cherish You) – 98°
  9. Just The Way You Are – Billy Joel
  10. Thanks God I Found You – Mariah Carey

Akad Nikah Preparation

Untuk sekelumit acara akad nikah yang pertama harus dipersiapkan adalah mahar dan seserahan. Untuk seserahan berisi pakaian dan kebutuhan sehari-hari biasanya diberikan saat acara akad nikah (untuk isi seserahan sudah dibahas lengkap di artikel “seserahan part 1” dan “part 2”… buat yang masih penasaran, monggo dilihat lagiii…. Hehehe…). Belanja mahar dan seserahan idealnya siy 3 bulan sebelum hari H (jadi lebih leluasa memilih dan kalau ada yang kurang-kurang masih bisa dikejar ke toko lain…). Untuk baju beserta aksesorisnya, aku menyewa dari WO Sanggar Saraswati, kebetulan ukurannya pas di badan jadi nggak perlu kecilin atau besarin kebaya lagi… Kebaya yang kupilih warna off-white dengan payet putih-silver bertebaran, cantiiik….

Mahar

Mahar atau mas kawin bisa berupa uang, perhiasan, emas, hewan (seperti sapi, unta, kambing, dll), mobil, rumah, perlengkapan ibadah, kitab suci, jasa dan lain-lain, apapun bisa jadi mahar. Mahar diberikan dari pihak pengantin pria ke pengantin wanita, maksudnya: “mulai sekarang, kewajiban suami lah yang akan menafkahi hidup istri” (begitu kata pak penghulu…). Mahar adalah tanda kesungguhan seorang laki-laki untuk menikahi seorang wanita. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman, “Berikanlah mahar (maskawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang wajib. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (Qs. An-Nisa’ : 4)

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan memberikan mahar kepada wanita yang hendak dinikahi, maka hal tersebut menunjukkan bahwa mahar merupakan syarat sah pernikahan. Pernikahan tanpa mahar berarti pernikahan tersebut tidak sah, meskipun pihak wanita telah ridha untuk tidak mendapatkan mahar. Jika mahar tidak disebutkan dalam akad nikah maka pihak wanita berhak mendapatkan mahar yang sesuai dengan wanita semisal dirinya (’Abdurrahman bin Nashr as-Sa’di dalam Manhajus Salikiin hal. 203).

Memang mahar itu sesuai kehendak wanita, hmm kalo mengikuti nafsu si yaaah pengen maharnya honeymoon ke Eropa + mobil + rumah dan plus plus yang lain... tapiiii… hey Ladies, lihatlat keadaan si calon suami (pengen kan maharnya bener2 dari hasil jerih payah suami…). Okey akhirnya maharku adalah uang tunai senilai tanggal pernikahan kami 10.10.10 jadi Rp. 101.010,- dan perhiasan emas putih seberat 18,15gr (pengennya siy 10,10gr, tapi ternyata malah susah banget ngepasinnya…). Nah sekarang tinggal acara mengemas maharnya jadi cantik… Karena aku penggemar kupu-kupu, dan tema weddingku kupu-kupu jadilah request mahar uang Rp.101.010,- dibentuk kupu-kupu, dan koleksi perhiasan yang sayangnya gak dapet motif kupu-kupu jadi diganti sama motif cinta (upss, “hati” maksudnya…).

Untuk mahar uang tunai terdiri dari 100 lembar uang Rp.1000,- dan aebuah koin Rp.10,-, untuk peyusunannya semua diatur oleh pihak suamiku dan hasil karyanya istri sepupu suamiku benar-benar memuaskan… totally unique! Jadi maharnya dibentuk jadi kaya fantasy garden gitu… Ada kupu-kupu, kepompong, bunga, dedaunan dan buah… lucu bangeeet…

Untuk mahar emas… aku membeli tempat untuk menaruh maharnya di toko Aneka Souvenir, ITC Cempaka Mas, lucu, murah meriah dan matching banget sama isinya yang bertema “cinta”. Tempat mahar ini berbentuk hati yang dihiasi beberapa kuntum white roses, tutupnya pakai tule cream (jadi nanti perhiasannya kelihatan) dan sudah ready dipakai… Untuk mempermanis dan me-matching-kan dengan tema, aku sematkan bros kupu-kupu kecil kristal warna putih… “cling” bangeeet…

Vendor: ANEKA Souvenir, ITC Cempaka Mas

Rating: 8

Untuk isi perhiasannya, belanjanya di Toko Emas Semanggi, di ITC Kuningan dan Toko Emas Menteng, di Arion Plaza. Di toko-toko ini modelnya always up to date dan cantik-cantik… Mayoritas belanjaaku di Toko Emas Semanggi, harganya rasional, pegawainya ramah, dan modelnya cantik-cantik… (Thanks to my bestie, Icha, yang memperkenalkanku sama toko emas Semanggi, hehe… ). Tadinya sempat kepikiran pengen bikin 1 set perhiasan bertema kupu-kupu tapiiii setelah ditimbang2, ditanya-tanya… koq harganya jadi jauh lebih mahal ketimbang beli jadi (di toko Semanggi ada siy kalung kupu-kupu cantiiiik banget, tapi all diamonds, wuaaa mahaaaallll…). Untuk penghematan permatanya semua all American Diamonds atau yang dikenal dengan sirkun, tetep blink-blink dan cantik koq walaupun bukan diamond juga hehe… Here it is, kalung, anting-anting dan cincin semuanya dari toko Semanggi dan khusus gelangnya dari toko Menteng (karena di Semanggi ga ada gelang “charm bracelet” yang cocok dengan kalung, cincin, dan antingnya…). My favorite one is the heart ring, karena memang cantik banget dan dipilihin sama mamaku. ^^

Vendor: Semanggi Gold and Jewelry, ITC Kuningan

Rating: 8,5

Vendor: Toko Mas Menteng, Arion Plaza

Rating: 8

Tips memilih mahar untuk para brides-to-be:

  1. Pilihlah yang rasional, jika uang, biasanya disesuaikan dengan tanggal nikah dan kantong suami yaaah... Contoh: 10.10.2010 jadi Rp. 10.102.010,- kalau suami merasa terlalu berat bisa diperingan dengan 10.10.10 jadi Rp.101.010,-.
  2. Untuk perhiasan, boleh emas kuning, emas putih, platina, ataupun bertabur permata, tapi tetap rasional yah... (jangan maksa pake berlian juga kalau nggak kejangkau, gantinya berlian, sirkun juga cantik koq...)
  3. Browsing model dari jauh-jauh hari kalau mau pesan 1 set perhiasan.
  4. Browsing juga toko mas, dan tanyakan harga emas per-gram-nya berapa ya? kalau ditambah permata jadi berapa? rajin-rajin juga survey harga emas di pasaran yah....
  5. Kalau gak mau repot, di toko emas sekarang sudah disediakan 1 set perhiasan untuk mahar mulai dari 1 set 5gr juga ada... tinggal bungkuuuusss....
  6. Sediakan waktu untuk membeli mahar (khususnya perhiasan) bersama pasangan, mahar itukan hak istri jadi yaaah istri berhak memilih design yang sesuai untuk dirinya juga dooong....
  7. Don't forget to say "Thank you honey, I love youuu..." karena udah dibelanjain mahar sama calon suami tercinta... Happy shopping, Brides-to-be....

(Sumber: http://muslimah.or.id/fikih/mahar.html)

Monday, April 11, 2011

Siraman

Siraman merupakan salah satu upacara ritual adat Jawa yang dilaksanakan 1 hari sebelum pernikahan tujuannya supaya si calon pengantin ini bersih lahir batin… Sebelum acara siraman dimulai diadakan acara pengajian yang bertujuan untuk meminta doa restu kepada Allah SWT agar semua rangkaian acara pernikahan dapat berjalan lancar. Setelah acara pengajian, serangkaian upacara adat Siraman dimulai. Sebelum upacara inti Siraman dimulai, biasanya didahului dengan upacara pemasangan Blakatepe dan Tuwuhan.

Blaketepe


Merupakan tradisi membuat ’blaketepe’ atau anyaman daun kelapa untuk dijadikan atap atau peneduh resepsi manton. Tatacara ini mengambil ’wewarah’ atau ajaran Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram. Saat mempunyai hajat menikahkan anaknya Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan, Ki Ageng membuat peneduh dari anyaman daun kelapa. Hal itu dilakukan karena rumah Ki Ageng yang kecil tidak dapat memuat semua tamu, sehingga tamu yang diluar rumah diteduhi dengan payon daun kelapa itu.

Dengan diberi ’payon’ itu ruang yang dipergunakan untuk para tamu Agung menjadi luas dan menampung seluruh tamu. Kemudian payon dari daun kelapa itu disebut ’tarub’, berasal dari nama orang uang pertama membuatnya. Tatacara memasang tarub adalah bapak naik tangga sedangkan ibu memegangi tangga sambil membantu memberikan ’blaketepe’ (anyaman daun kepala). Tatacara ini menjadi perlambang gotong royong kedua orang tua yang menjadi pengayom keluarga.

Tuwuhan


Tuwuhan mengandung arti suatu harapan kepada anak uang dijodohkan dapat memperoleh keturunan, untuk melangsungkan sejarah keluarga .

Tuwuhan terdiri dari :

  • Pasang Padi (melengkapi tuwuhan)
  • Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak. Maksud dipilih pisang yang sudah masak adalah diharapkan pasangan yang akan menikah telah memiliki pemikiran dewasa atau telah masak. Sedangkan pisang raja mempunyai makna pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.
  • Tebu wulung. Tebu wulung berwarna merah tua sebagai gambaran tuk-ing memanis atau sumber rasa manis. Hal ini melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang Jawa berarti sepuh atau tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan, diharapkan kedua mempelai mempunyai jiwa sepuh yang selalu beryindak dengan ’kewicaksanaan’ atau kebijakan
  • Cengkir Gadhing. Merupakan simbol dari kandungan tempat jabang bayi atau lambang keturunan
  • Daun randu dan pari sewuli. Randu melambangkan sandang, sedangkan pari melambangkan pangan. Sehingga hal itu bermakna agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang dan pangannya.
  • Godhong apa-apa (bermacam-macam dedaunan). Seperti daun beringin yang melambangkan pengayoman, rumput alang-alang dengan harapan terbebas dari segala halangan.

Setelah upacara pasang Blaketepe dan Tuwuhan selesai, selanjutnya adalah prosesi Siraman.

Sungkeman / Pangabekten


Sebelum melakukan siraman calon pengantin harus melakukan sungkeman kepada Bapak dan Ibu pengantin. Pada acara sungkeman ini menunjukkan tanda bakti seorang anak kepada orang tua dan dan sekaligus menjadi ajang mencurahkan rasa terima kasih dan permohonan maaf dan doa restu seorang anak kepada orang tua nya.

Biasanya pada saat sungkeman ini suasana lumayan haruuu. Dan calon pengantin dan orang tua akan banjir air mata.

Siraman


Siraman dilaksanakan untuk menyucikan diri dan juga membuang segala kejelekan Calon Pengantin yang ada, agar calon pengantin dapat memulai hidup baru dengan hati yang bersih dan suci. Siraman dilakukan oleh 9 orang sesepuh termasuk sang Ayah. Jumlah sembilan tersebut menurut budaya Keraton Surakarta untuk mengenang keluhuran Wali Sanga, yang bermakna manunggalnya Jawa dengan Islam. Selain itu angka sembilan juga bermakna ’babahan hawa sanga’ yang harus dikendalikan.

Urut-urutan acara siraman adalah sebagai berikut:

  • Calon pengantin pria / perempuan dengan rambut terurai keluar dari kamarnya diiringi oleh orangtuanya masing-masing. Pengantin tersebut berjalan menuju tempat siraman.

  • Pengantin tersebut duduk di kursi dan memanjatkan doa.
  • Sang ayah memandikan sang pengantin, disusul oleh sang ibu.
  • Sang pengantin duduk dengan kedua tangan diletakkan di depan dalam posisi berdoa.
  • Mereka menuangkan air ke atas tangannya dan sang pengantin berkumur tiga kali. Lalu mereka menuangkan air ke atas kepalanya, muka, telinga, leher, tangan dan kaki masing masing tiga kali.

  • Setelah orangtua menyelesaikan prosesi siraman disusul oleh 7 orang lain yang dianggap penting.
  • Orang terakhir yang memandikan sang pengantin adalah Pemaes yang dianggap spesial setelah pini sepuh selesai melakukan siraman.
  • Potong Rikmo: Setelah selesai siraman, kemudian dilakukan prosesi potong rikmo / potong rambut. Potongan rambut calon mempelai akan ditanam pada upacara Tanem Rikmo di halaman rumah.

  • Bapak calon pengantin menuangkan air kendil dan memandu calon pengantin untuk melakukan wudhu.

  • Setelah selesai, ibu pengantin menutup dengan menyiram air kendil. Dan kemudian kendil dijatuhkan sampai pecah sambil mengucap: Niat ingsun ora mecah kendi, nangin mecah pamore anakku

  • Sang pengantin akan mengenakan handuk. Kedua orangtua pengantin perempuan menggendong anak mereka yang melambangkan ngentaske artinya mengentaskan seorang anak. (tapi aku cuma dituntun saja, karena orang tuaku juga sudah ga kuat gendong aku hehehe…., secaraanaknya udah beraaat bgt yaaa…)

  • Setelah acara Siraman, pengantin perempuan duduk di dalam kamarnya. Lalu sang pengantin akan dipakaikan bajukebaya dan kain batik bersiap siap untuk acara Midodaren (tapi aku ga ada acara midodaren hehe… dikarenakan, malem midodaren dimanfaatkan untuk acara pindahan orang serumah ke hotel, karena besok akad nikah pagi-pagi bgt lohhh…)

  • Untuk calon pengantin wanita, pini sepuh yang melakukan siraman haruslah berjenis kelamin wanita. Sedangkan untuk calon pengantin pria, pini sepuh yang melakukan siraman haruslah berjenis kelamin pria.

Pengiriman Air Perwito Adi ke CPP

Setelah air siraman dicampur di kediaman CPW. Dilakukan pengiriman air perwito adi ke kediaman CPP. Keluarga CPW mengirimkan 2 wakil (2 pasang suami istri) yang ditugaskan untuk menjadi wakil keluarga CPW dalam mengirimkan air perwito adi ke kediaman CPP.

Duta keluarga CPW ini akan menghadap orang tua CPP, dan menjadi saksi telah dilaksanakannya upacara siraman di kediaman CPP. Setelah CPP selesai melakukan siraman dan Potong Rikmo, potongan rambut CPP akan dibawah kembali ke kediaman CPW oleh Duta keluarga CPW. (tapi itu tidak dilakukan olehku karena calon suamiku tidak mengadakan acara siraman, dan pada saat aku sedang prosesi siraman, calon suamiku tercinta sedang terbaring di RS… )

Dodol Dawet

Jual Dawet diambil makna dari cendol yang berbentuk bundar merupakan lambang kebulatan kehendak orang tua untuk menjodohkan anak. Bagi orang yang akan membeli dawet tersebut harus membayar dengan ’kreweng’ (pecahan genting) bukan dengan uang. Hal itu menunjukkan bahwa kehidupan manusia berasal dari bumi. Yang melayani pembeli adalah ibu sedangkan yang menerima pembayaran adalah bapak. Hal ini mengajarkan kepada anak mereka yang akan menikah tentang bagaimana mencari nafkah sebagai suami istri, harus saling membantu. Dawet ini juga sebagai simbolisasi kalau esok hari pada saat akad nikah dan resepsi, tamu-tamu yang datang akan sebanyak dan seramai cendol dawet tersebut.

Potong Tumpeng Kamulyan

Bapak calon pengantin memotong tumpeng Kamulyan dan diberikan ke Ibu calon pengantin. Potongan tumpeng tersebut yang akan disuapi kepada calon pengantin pada saat acara Dulangan Kapungkasan.

Dulangan Kapungkasan

Suapan terakhir calon pengantin dari orang tuanya. Calon pengantin duduk diapit orang tua. Sebelum upacara Dulang Kapungkasan, Bapak calon pengantin menyerahkan hasil penjualan dawet kepada calon pengantin.

Pelepasan Ayam

Orang tua sudah setulus-tulusnya dan se ikhlas-ikhlasnya melepas putrinya untuk hidup mandiri. Bagaikan anak Ayam yang begitu dilepas sudah dapat mencari/ mengais makanan sendiri. Diharapkan untuk ke depannya putrinya dapat hidup mandiri dan dapat memperoleh rejeki yang luas dan barokah.

Semua prosesi siraman ini ditangani oleh Wedding Organizer Sanggar Saraswati (termasuk segala persiapannya), jadi aku tinggal terima beres dehh... Thanks a lot to WO Sanggar Saraswati for this beautiful moment..^^

Vendor: Wedding Organizer Sanggar Saraswati

Rating: 8,5

Sumber :

Majalah Mahligai Edisi Ke- 4 2007,

http://lovejournal.widjanarti.com/2008/07/01/susunan-acara-siraman/

http://citrawedding.multiply.com/journal/item/3

Friday, April 8, 2011

Siraman Preparation

Apa sih acara siraman itu? Acara siraman merupakan salah satu upacara ritual adat Jawa yang dilaksanakan 1 hari sebelum pernikahan tujuannya supaya si calon pengantin ini bersih lahir batin… Sebelum acara siraman dimulai diadakan acara pengajian yang bertujuan untuk meminta doa restu kepada Allah SWT agar semua rangkaian acara pernikahan dapat berjalan lancar. Setelah acara pengajian, serangkaian upacara adat siraman dimulai.

Segala rangkaiannya tentu sudah dipersiapkan sama wedding organizer (hmm, kalo orang jawa bilang dukun manten). Kalau membahas apa aja susunan acara siraman kayanya bakalan panjaaaang bangeeeet… dan ribeeeet banget… Persiapannya aja udah cukup ribet… Maybe next time akan dibahas lebih lanjut detailnya siraman… Sekarang yang mau aku bahas persiapannya aja dulu…

Tenda: berhubung tamunya lumayan banyak dan rumah nggak bisa menampung lagi, jadilah tenda ini dipasang… Tenda dipasang dari 1 hari sebelum hari H. Hehehe…kebetulan si tenda ini warnanya matching sama tema siraman.. “pink”. Walaupun paduannya kurang matching siy sama warna kuningnya itu….. tapi ga apa2 yang penting cukup representative. ^^

Kebaya siraman: kebaya dipakai setelah acara siraman. Begitu liat bahan kebaya pink ini, aku langsung fall in love at the first sight… warnanya, motifnya bener2 pas di hati hehe… untuk bustier aku sengaja memakai warna off-white biar agak kontras aja dan ga monoton pinky…. Disainnya aku bikin sendiri (by request mamaku “yang sopan, bikin model tunik aja…) padahal disain awal kebaya kutubaru tapi berubah jadi model tunik… Kebaya ini mengunakan 2 bahan tule (yang satu tule polos sebagai dasar, yang satu lagi tule motif). Tule polos digunakan untuk bagian dada, punggung dan kedua lengan, untuk badan memakai tule bermotif… Murah meriah dan cukup memuaskan juga hehehe ^^

Souvenir: souvenir hanya diberikan kepada penyiram CPW, hmm sudah pernah dibahas juga yah souvenir pinky untuk siramanku jadi yaaah monggo dilihat lagi artikel “souvenir siraman dan pengajian” buat yag penasaran hehehe…

Handuk: handuk dipakai saat menggiring CPW selesai siraman. Harusnya sih baju handuk atau bathrobe yah biar praktis dan cantik, tapi berhubung tante dukun manten lupa mengingatkanku dan si CPW ini juga ga ada inisiatif yo wess, pake handuk biasaaa sajaaa… Disiapkan juga kendi kecil dan 7 gelas air zamzam…

Tempat siraman: backgroundnya dibikin seperti taman, karena siramannya juga di teras rumah di samping halaman rumah, nggak ketinggalan ornament kupu-kupu menghiasi bunga dan dedaunan (so fairy tale…), lantainya dari janur yang dibentuk papan catur (lucu yah..), ada kursi singgasana CPW dan bejana serta ciduk dari kuningan yang isinya air kembang 7 rupa (by request, airnya air hangat… soalnya waktu siraman aku sedang menderita influenza berat), dan ada 2 buah kelapa (simbolik tradisi jawa.. symbol apa yaa??)

Kamar pengantin: disainnya sederhana dan natural serta “jawa” (terbukti dari motif kawung di bedcover dari bahan blacu. Bed cover set ini turunan dari kakakku tersayang waktu dia menikah 6 tahun lalu (lumayaaan ngiriiit hehe…). Ditambah dengan fresh flower dan kupu-kupu dimana-mana jadilah kamar pengantin ini bertemakan “Javanese garden”…

tempat tidur pengantin dengan nuansa "Javanese garden"
pintu masuk kamar pengantin yang bertebaran kupu-kupu

Suka banget sama bunga berkupu-kupu ini....

Thursday, March 24, 2011

Perizinan Nikah

Saat semua sudah ready, saatnya mengurus surat-surat perizinan nikah di KUA.

Okey Ini langkah-langkahnya:

Syarat pernikahan untuk sipil:

  1. Surat keterangan untuk nikah (minta ke RT/RW)
  2. Surat keterangan asal usul
  3. Surat persetujuan mempelai
  4. Surat keterangan tentang orang tua
  5. Surat izin orang tua
  6. Surat keterangan kematian suami/istri
  7. Pemberitahuan kehendak nikah
  8. Fotocopy KTP dan KK (lengkapi juga dengan fotocopy akte kelahiran dan ijazah terakhir)
  9. Akte cerai/thalak bagi calon pengantin yang janda atau duda
  10. Pas photo 2x3 sebanyak 4 lembar (beberapa KUA meminta background warna biru)
  11. Dispensasi camat bagi yang kurang dari 10 hari kerja
  12. Izin pengadilan bagi calon pengantin di bawah umur
  13. Izin poligami dari pengadilan bagi yang beristri lebih dari seorang
  14. Surat rekomendasi nikah dari KUA setempat apabila calon mempelai wanita berasal dari luar wilayah kecamatan

(sumber: kecamatan Makasar, Jakarta Timur)

Selanjutnya setelah perizinan nikah selesai, sesaat setelah ijab Kabul kedua mempelai akan menerima buku nikah dari pak penghulu….. it means “sudah sah jadi suami dan istri” Horaaaaay……..